Image Source: Fox Movies

 

“Ladies and gents, this is the moment you’ve waited for”

Untuk sebagian dari kita, lirik dari lagu pembuka di atas mungkin tidak seratus persen akurat. Saya pribadi bahkan tidak pernah mendengar adanya film tentang PT Barnum yang sedang dibuat, apalagi film berjenis musikal dengan lagu-lagu orisinal! Namun bagi Hugh Jackman film ini merupakan proyek impian sejak tahun 2009, dan ketika akhirnya visinya berhasil menjadi nyata, dia menyambut kita semua ke dalam dunia kreasinya layaknya seorang pemimpin pertunjukan sambil menyanyikan lagu berjudul The Greatest Show dengan penuh semangat dan suka cita.

 

Ditulis oleh Jenny Bicks dan Bill Condon, The Greatest Showman bercerita tentang kisah perjalanan Phineas Taylor Barnum mencapai kesuksesan dan kehormatan. Hidup secara sederhana di New York City bersama cinta masa kecilnya, Charity (Michelle Williams) dan kedua putri mereka, Barnum mengambil risiko dengan menarik pinjaman besar dari bank demi membeli museum lilin. Kesulitan mendapatkan pengunjung, dia menyadari bahwa dirinya membutuhkan sesuatu yang lebih ‘unik’ untuk menarik massa dengan mengundang sekelompok orang aneh seperti Wanita Berjenggot atau The Bearded Lady (Keala Settle), orang kerdil dengan nama panggung Tom Thumb (Sam Humphrey), serta The Wheelers, sepasang saudara kandung dengan keahlian akrobat dan seni trapeze (Zendaya dan Yahya Abdul-Mateen II) untuk bergabung. Walau mendapatkan protes karena memamerkan abnormalitas, Barnum berhasil membangun sirkusnya menjadi sebuah bisnis sukses dengan menciptakan pertunjukan yang luar biasa.

 

Terobsesi mendapatkan penonton dari kalangan atas, Barnum meyakinkan seorang penulis drama muda yang sukses bernama Phillip Carlyle (Zac Efron) untuk bergabung. Dengan koneksi yang dimiliki Carlyle, Barnum dan anggota sirkusnya mendapatkan undangan untuk bertemu Ratu Victoria di Inggris. Di sana dia bertemu Jenny Lind (Rebecca Ferguson), penyanyi Opera terkenal dari Swedia. Keinginannya diterima kaum elite membuat Barnum mulai melupakan hal-hal penting dalam hidup saat dia menjadi manajer untuk Lind dan menjauhkan diri dari sirkus serta keluarganya. Akankah Barnum mengorbankan semua yang ia sayangi demi segala yang selama ini dia impikan?

Image Source: Movieweb

 

Dengan kehidupan sirkus sebagai tema dari film ini, tidaklah mengejutkan melihat pertunjukan besar dipenuhi desain set yang indah, kostum-kostum yang rumit dan terperinci, serta koreografi yang sempurna. Kita bahkan menantikan kemunculan hewan eksotis yang telah menjadi ciri khas sebuah sirkus, seperti gajah dan singa, serta kemeriahan kembang api di layar lebar, tak peduli seberapa kentara efek CGI yang terlihat. Yang mengejutkan adalah bagaimana pesan moral mengenai pentingnya merayakan perbedaan serta menyayangi diri sendiri apa adanya tetap sanggup mendapatkan sorot utama, mengalahkan produksi yang semarak. Hal ini terjadi berkat penampilan menakjubkan dari seluruh pemain, dipimpin oleh Jackman. Keala Settle bahkan berhasil membuat film ini membawa pulang sebuah piala dalam ajang Golden Globe Award 2018 untuk kategori Lagu Orisinal Terbaik untuk lagu yang ia bawakan berjudul This Is Me. Lagu yang sama kini mendapatkan nominasi Academy Award 2018 untuk kategori serupa. Selain This Is Me, lagu-lagu favorit lainnya dari soundtrack album yang sudah pasti akan menjadi sebuah hit termasuk A Million Dreams, Never Enough, dan Rewrite The Stars, ketiganya menekankan kepentingan percaya pada mimpi dan memercayai kata hati, tak peduli anggapan orang lain.

 

Di penghujung hari, The Greatest Showman mungkin bukanlah film yang selama ini kita tunggu, namun kisahnya yang inspiratif dan penuh nilai positif bisa menjadi hal yang kita butuhkan dalam menyambut 2018.

 

Author: Wulan Astari