Image Source: novel edition books club

 “Harga Sebuah Kejujuran”

 

Mungkin Anda bosan dengan istilah “Don’t judge the book by its cover”. Entah siapa yang mula-mula mempopulerkan kalimat mengandung nasihat ini. Dalam setiap pengalaman saya ketika ingin membeli buku baru (terutama novel), justru cover menjadi daya pikat tersendiri. Apalagi dunia saya berhubungan erat dengan desain, saya jadi dapat mengagumi makna yang tersurat dan tersirat dalam sebuah novel melalui pandangan pertama. Ketika saya jatuh cinta pada dengan cover sebuah buku, saya akan mencari tahu lebih jauh dengan cara menelusuri review buku tersebut di belakang sampul. Love at the first sight then I buy the book – mungkin ini pedoman yang mengena buat saya. Kalau Anda bagaimana?

Pertama kali menoleh novel The Light Between Oceans berjajar di rak Aksara Kemang (sebelum renovasi). Sale pula! Ada dua bintang favorit saya Alicia Vikander dan Michael Fassbender dalam cover novel tersebut. Ternyata, novel ini sudah difilmkan di tahun 2016 oleh DreamWorks Pictures – salah satu studio besar Holywood milik Steven Spielberg – yang merilis film animasi Shrek. Sayang film The Light Between Oceans tidak beredar di Indonesia. Ada juga Rachel Weisz, artis cantik asal Inggris terlibat mengambil peran dalam film ini. 3 bintang besar, Alicia, Michael dan Rachel beradu akting pasti ada yang dahsyat dalam alur ceritanya. Mereka termasuk picky alias pilih-pilih peran apalagi Michael Fassbender, aktor yang asli Jerman ini pernah menerima nominasi bergengsi Golden Globe, BAFTA serta Oscar. Konon, setelah film ini selesai, Michael jadi jatuh cinta beneran dengan Alicia  – artis mungil asal Swedia – dan menikah dengannya. Proyek terbaru Alicia adalah reka ulang peran Lara Croft yang dulu dilakoni Angelina Jolie.

Novel yang pertama kali terbit di tahun 2012 ini masuk dalam daftar New York Times Bestseller dan Top 2012 pick dari Barnes & Noble, IndieBound serta O, The Oprah Magazine. Debut novel M.L. Stedman, penulis asal Australia yang sekarang bermukim di London ini banyak menerima review positif karena menghadirkan dua tokoh utama yang memorable dimana kita masih bisa terkoneksi dengan apa yang mereka rasakan di situasi sekarang walaupun alur rentang kejadian mengambil setting awal tahun 1900 sampai dengan 1950.

Image Source: Movie Poster

Drama kehidupan Tom Sherbourne, seorang penjaga mercu suar Janus Rock di sebuah pulau terpencil di Australia bersama istrinya Isabel Graysmark memang seperti pasang surut gelombang pantai. Kadang sebiru riak ombak kecil yang ceria namun tanpa terduga bisa menjelma menjadi riuh yang membinasakan.

Isabel bak menerima keajaiban surgawi saat dia menemukan seorang bayi perempuan cantik yang terdampar di pesisir pantai. Sebelumnya dia mengalami kejadian tak menyenangkan saat dua kali keguguran. Naluri keibuannya menghendaki ia mengadopsi anak perempuan itu. Semula Tom tak setuju dengan maksud dan tujuan Isabel memelihara anak perempuan yang kelak mereka namakan Lucy. Singkat cerita Tom akhirnya sepakat dengan keputusan Isabel. Kehidupan sepi dan rutin yang mereka jalani sehari-hari berubah drastis dengan kehadiran Lucy yang mereka sayangi layaknya anak sendiri.

Ketika tugas Tom sebagai penjaga mercu suar hampir berakhir dan akan meninggalkan pulau tersebut terjadilah peristiwa tak terduga. Ada sebab – ada pula akibat. Ada harga yang mesti dibayar oleh pasangan suami istri itu karena mengadopsi Lucy. Ternyata cinta dan kehilangan hanya dipisahkan oleh selembar batas tipis. Apakah yang akan kita lakukan demi orang yang paling kita cintai? Mengapa sesal senantiasa hadir di ambang waktu?

Dengan narasi kuat dan penuh emosi, M.L. Stedman seolah mempertanyakan kejujuran – apakah layak diungkapkan atau pantas ditutupi untuk terus bertahan. Banyak kalimat penuh makna di novel ini yang relevan dengan zaman now. Saya sendiri membaca ulang petuah bijaksana Stedman dan meresapinya. Tak terasa air mata mengalir keluar ketika sampai pada kalimat ini: Life is a short thing. I’ve been on borrowing time in a long while. I hope that you can forgive me for keeping you and letting you go…knew that you have always been loved.

 

Author: David Kurniadi

*as a keen observer of life, David K can be reached via his Instagram account @davedave5